Kejurprov IODI Sumbar Disorot, Atlet Kota Padang Diduga Dominasi Perwakilan Daerah dan Raih Mayoritas Juara

Solok 24 mei 2026. Pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Ikatan Olahraga DanceSport Indonesia (IODI) Sumatera Barat yang digelar meriah dan diikuti berbagai kabupaten/kota kini menuai sorotan dari sejumlah peserta dan pengurus daerah.

Sorotan tersebut muncul setelah adanya dugaan bahwa mayoritas atlet yang tampil mewakili beberapa daerah ternyata berasal dari Kota Padang. Bahkan, para peserta menilai para atlet yang tersebar di berbagai nama daerah tersebut justru mendominasi posisi juara dalam perlombaan.

Kondisi ini menimbulkan rasa kecewa dari atlet dan peserta asli daerah yang merasa peluang mereka untuk berkembang dan bersaing secara sehat menjadi terhambat. Kejurprov yang seharusnya menjadi wadah pembinaan atlet daerah dinilai berubah menjadi ajang dominasi atlet dari satu kota.

“Banyak yang tampil atas nama daerah lain, tapi atletnya dari Padang juga. Akhirnya yang menang mayoritas tetap mereka yang tersebar itu,” ungkap salah seorang peserta.

Peserta menilai kondisi tersebut menimbulkan ketimpangan dalam kompetisi karena daerah yang sebenarnya memiliki keterbatasan pembinaan justru dapat tampil kuat dengan menggunakan atlet dari luar daerah. Sementara atlet lokal yang selama ini berlatih di daerah masing-masing harus tersingkir dan kehilangan kesempatan tampil.

Selain itu, sejumlah peserta juga menyoroti lemahnya regulasi terkait domisili dan status pembinaan atlet. Mereka menilai adanya celah aturan yang memungkinkan atlet bebas memperkuat daerah lain tanpa batasan ketat sehingga kompetisi kehilangan nilai pembinaan daerah.

Beberapa poin yang kini menjadi perhatian peserta antara lain:

Atlet asli daerah kehilangan ruang tampil di Kejurprov.

Dominasi atlet dari satu kota dinilai mengurangi sportivitas kompetisi.

Hasil juara dianggap tidak mencerminkan kualitas pembinaan masing-masing daerah.

Timbul rasa kecewa dan kecemburuan antar peserta daerah.

Regenerasi atlet lokal dikhawatirkan terhambat.

Peserta berharap ke depan pihak penyelenggara dan pengurus IODI Sumbar dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendaftaran dan perpindahan atlet antar daerah. Mereka meminta adanya aturan yang lebih jelas terkait domisili, asal pembinaan, dan batasan perpindahan atlet agar Kejurprov benar-benar menjadi ajang pembinaan putra-putri daerah di Sumatera Barat.

Hingga berita ini diterbitkan, polemik terkait dominasi atlet Kota Padang dalam perwakilan beberapa daerah masih menjadi pembahasan hangat di kalangan Peserta
Dikarenakan kan terkait dominasi atlet Kota Padang dalam sejumlah perwakilan daerah dan diharapkan menjadi perhatian serius nanti nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *