**Dari Sasana ke Kursi Ketua: Kisah Reidzu Firdaoes Bawa Muaythai Bukittinggi Menatap Porprov 2026**

Berita, Olahraga1770 Dilihat

**BUKITTINGGI** — Nama Reizu Firdaoes bukan pendatang baru di dunia Muaythai Kota Bukittinggi. Sosok yang akrab disapa Sifu ini telah mendalami Muaythai sejak 2006 dan tetap aktif berkecimpung di dunia bela diri tersebut hingga kini. Ia dikenal sebagai founder Superdadd Muaythai Camp, yang mula-mula berdiri di Batam pada 2013, sebelum berkembang dan membuka cabang di Bukittinggi pada 2017. Dari sasana itulah, Reizu membina banyak petarung muda hingga akhirnya dipercaya memimpin organisasi Muaythai di level kota.

Dalam Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) Pengurus Muaythai Indonesia Kota Bukittinggi yang digelar di Warung DKI, Minggu (23/8/2026), Reizu Firdaoes resmi ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Muaythai Indonesia Kota Bukittinggi periode 2026-2030. Baginya, jabatan ini bukan sekadar gelar, melainkan kelanjutan dari misi yang selama ini dijalaninya di sasana: mencetak atlet berprestasi dari Bukittinggi dan sekitarnya.

Usai terpilih, Reizu langsung memaparkan agenda kerja jangka pendek yang menyasar kesiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

“Ke depannya, mari kita majukan Muaythai ini secara bersama-sama. Dalam waktu dekat, kami akan sesegera mungkin melaksanakan seleksi atlet untuk persiapan Porprov 2026,” ujarnya.

Pengalamannya sebagai pelatih tampaknya membentuk cara pandangnya dalam menyusun program kerja. Setelah seleksi atlet rampung, ia berencana menggenjot kualitas perangkat pertandingan lewat pelatihan wasit dan juri bagi seluruh camp Muaythai di Bukittinggi, sesuai dengan agenda  Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Sumatera Barat dan PB MI.

“Selanjutnya kami akan melaksanakan pelatihan wasit dan juri bagi seluruh camp yang ada, dengan berkoordinasi bersama Pemprov Sumbar sesuai jadwal dari kalender kerja,” tegasnya.

Kehadiran Ketua Umum Muaythai Provinsi Sumatera Barat, Arif Rahman Nasir, dalam Muskotlub turut memberi legitimasi kuat bagi kepemimpinan baru ini. Arif menyampaikan optimismenya terhadap arah baru yang akan dibawa Reizu.

“Kami ucapkan selamat atas terpilihnya kepengurusan baru ini. Mari kita lahirkan atlet-atlet Muaythai yang berprestasi, yang akan mengharumkan nama kabupaten dan kota, khususnya Kota Bukittinggi,” ujar Arif.

Dukungan juga datang dari atlet nasional, Serial Efendy peraih medali perunggu SEA Games 2019 yang belakangan tampil impresif dengan kemenangan TKO atas petarung Malaysia Jordan Boy di Jakarta, akhir 2024. Kehadirannya menjadi bukti bahwa figur senior di dunia Muaythai nasional turut memberi restu kepada kepengurusan baru.

“Selamat atas terpilihnya ketua baru. Semoga atlet-atlet yang ada semakin rajin berlatih, agar ke depannya bisa berlaga hingga ke tingkat internasional,” katanya.

Visi Reidzu ke depan tak berhenti di seleksi dan pelatihan wasit saja. Ia juga berencana menggelar ajang sparring partner lintas-camp serta mengundang atlet Muaythai dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat — sebuah langkah yang dinilai penting untuk mengukur perkembangan latihan para atlet secara nyata.

“Insya Allah ke depannya akan ada sparring partner dan undangan kepada seluruh camp yang ada, termasuk mengundang atlet Muaythai dari seluruh kabupaten kota di Sumatera Barat, sebagai tolak ukur keberhasilan atlet dalam latihannya,” ujarnya.

Reidzu Firdaoes turut menegaskan komitmennya untuk menjaga soliditas organisasi selama kepemimpinannya. Ia menyebut arah kepengurusannya akan selalu selaras dengan garis kebijakan Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia Sumatera Barat maupun Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia, LaNyalla Mahmud Mattalitti.

“Sepanjang berada pada jalur yang tegak lurus terhadap Pengprov MI Sumbar dan Ketum PB Muaythai Indonesia, Bapak LaNyalla Mattalitti, kami akan terus merangkul dan mengakomodasi semua pihak demi soliditas di level tertinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan, dedikasi dan loyalitasnya terhadap organisasi tidak akan membuatnya lupa diri selama menjabat pada periode 2026-2030. Menurutnya, Muaythai Bukittinggi bukan milik pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan ruang kebanggaan bersama seluruh insan Muaythai di kota tersebut.

“Semua ini bukan tentang milik siapa, baik saya pribadi maupun sekelompok orang. Ruang kebanggaan ini adalah kepemilikan kita bersama, dan akan tetap seperti itu selamanya,” tegasnya.

Reidzu menambahkan, organisasi pada hakikatnya adalah wadah berkumpulnya berbagai pihak dengan visi dan misi yang sama, tempat berbagai perspektif dan gagasan bertemu, namun tetap dimaknai melalui semangat demokrasi dan kemufakatan yang terukur, sistematis, dan berjenjang demi pencapaian prestasi olahraga Kota Bukittinggi.

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil atas suksesnya pelaksanaan Muskotlub 2026 Muaythai Indonesia Kota Bukittinggi, termasuk secara khusus kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bukittinggi.

“Atas nama pribadi maupun sebagai ketua terpilih, saya sampaikan terima kasih tak terhingga atas segala bentuk dukungan dari semua pihak, khususnya KONI Kota Bukittinggi, yang turut membersamai kesuksesan besar kita dalam Muskotlub 2026 ini,” pungkasnya.

Dengan latar belakangnya sebagai pelatih sasana yang terjun langsung membina atlet sejak hampir dua dekade lalu, banyak pihak menaruh harapan besar bahwa kepemimpinan Reidzu Firdaoes akan membawa pendekatan yang lebih membumi dan berorientasi pada pengembangan atlet di lapangan.

*Suasana pelaksanaan Muskotlub Pengurus Muaythai Indonesia Kota Bukittinggi di Warung DKI, Kota Bukittinggi, Minggu (23/8/2026). (Foto: Istimewa)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *