Bukittinggi – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat di halaman Sanggar Tari Bunggo Sarumpun Birugo pada Minggu pagi 15/3/2026, saat latihan tari tradisional di bulan Ramadhan. Tidak hanya anak-anak yang berlatih, para orang tua pun ikut turun langsung menari bersama, menunjukkan dukungan nyata dalam upaya melestarikan budaya Minangkabau.
Puluhan anak dan remaja tampak berbaris mengikuti gerakan tari dengan penuh semangat. Menariknya, di antara barisan itu juga terlihat para ibu ibu yang turut mengikuti setiap gerakan. Dengan langkah yang sederhana namun penuh makna, mereka ikut bergerak bersama anak-anak, menciptakan suasana latihan yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Meski sedang menjalankan ibadah puasa, semangat para peserta latihan tidak surut. Justru kebersamaan antara anak-anak dan orang tua membuat kegiatan tersebut terasa lebih hidup. Tawa sesekali terdengar ketika gerakan belum kompak, namun semua kembali fokus mengikuti arahan pelatih.
Bagi para orang tua di Sanggar, ikut menari bukan sekadar mendampingi anak. Hal itu merupakan bentuk nyata dukungan agar generasi muda tetap mencintai budaya daerah.
“Kadang kalau hanya disuruh latihan, anak-anak cepat bosan. Tapi kalau kami ikut menari bersama mereka, suasananya jadi lebih seru dan anak-anak juga lebih semangat,” ujar salah seorang wali murid yang ikut dalam latihan.
Pelatih di Sanggar Tari Bunggo Sarumpun Birugo bunda Pipit, menyebutkan bahwa keterlibatan orang tua menjadi energi positif dalam proses latihan. Menurutnya, ketika orang tua ikut bergerak dan merasakan langsung proses latihan, anak-anak merasa lebih dihargai dan termotivasi.
“Kami melihat ini bukan hanya latihan tari, tapi juga proses menanamkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Ketika orang tua ikut menari bersama anak-anak, itu menjadi contoh yang sangat kuat,” ungkapnya.
Kegiatan latihan tari di bulan Ramadhan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat tumbuh dari lingkungan keluarga. Di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari, para hari Minggu pagi di Sangar tari para orang tua memilih meluangkan waktu untuk mendukung anak-anak mereka.
Di halaman sederhana sanggar , langkah-langkah tari yang dilakukan bersama antara anak dan orang tua seolah menjadi simbol bahwa budaya tidak akan pernah hilang selama masih ada generasi yang mau belajar dan keluarga yang mau menjaga.
Latihan di Sanggar Tari Bunggo Sarumpun , tidak hanya menjadi tempat belajar menari, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antara orang tua, anak, dan budaya Minangkabau yang mereka cintai.














